Selamat Ulang Tahun Ma

Selamat Ulang Tahun Ma

Cukup lama tidak menulis di sini lagi. Huff hufff.. Sarang laba-laba dan debu ada di mana-mana.

Besok mama ku ulang tahun yang ke 47 tahun. Sedih rasanya gak bisa ada di sampingnya saat dia ulang tahun. Ini tahun ke 7. Biasanya pagi-pagi kalau dia belum bangun, akan kubangunkan dan langsung ku peluk dan ku cium pipinya, “selamat ulang tahun maee…” teriakku di telinganya. Atau kalau dia sedang memasak di dapur, akan ku cium pipinya yang bau bawang itu, “selamat ulang tahun mae, ntar kita potong ayam ya..” kataku sambil berharap saat pulang sekolah akan ada rendang ayam atau gulai ayam di meja makan.  Senangnya hatiku.

Sekarang aku hanya bisa ngucapin lewat sms atau telpon. Tapi aku sangat bersyukur, karena Tuhan masih sangat menyayangi kami, mama diberi kesehatan dan umur.

Selamat ulang tahun mamaku sayang. May God bless you more and more.

We love you mom.

 

Salam peluk, cium, dan sayang dari gadis kecilmu

 

Email bego

Email bego

Ada orang bego ngirim email ke  saya dengan isi sbb:

Salam perkenalan dari saudaramu di Negara Mesir. Alhamdulillah, Allah menjaga saya di negara ini sampai saat ini. Nama saya Tities Roro Massayu. Dari Indonesia ke Mesir. Orang tua saya dipanggil saat bus tumpangan mereka terguling. Saya anak satu-satunya. Saya berangkat tanpa berpikir panjang walaupun hanya dijadikan pembantu rumah tangga. Alhamdulillah, saya tiba di Mesir tanpa halangan dengan TKW Indonesia lainnya. Tapi, agen kami menahan passport kami lalu kabur.

Allah terus menguji.

Saya bekerja di sebuah keluarga dan bertemu dengan lelaki yang adalah teman baik majikan saya. Dia selalu memberikan saya uang ketika mengunjungi rumah kerja saya. Ternyata dia adalah seorang politikus besar di sini. Dia menaruh hati kepada saya dan ingin saya menjadi istri keduanya.

Rencana kami tahun ini 2011 bulan desember, kami akan ke Indonesia untuk investasi dan memulai hidup baru dengan uangnya yang disimpan di Security Company di luar Mesir. Uang US$2,500,000.00 ini disimpan di kotak di Security Company di luar Mesir. Calon suami saya terbunuh di protest jalanan di cairo. Saya dan pengacara terpercaya almarhum sudah membicarakan semua tentang pemindahan dana ini.

Sekarang saya harus menemukan seorang ahli waris untuk memindahkan uang ini ke Indonesia dengan bantuan pengacara almarhum SEBELUM ISTRI PERTAMA MEMBUNUH SAYA.

Saya mencari orang yang dipercaya untuk membantu investasi dan memulai sukses bersama. Saya tidak mau berada di tengah kekadaan tidak stabil ini. Semua persiapan sudah selesai oleh pengacara almarhum dan Direktur Security Company mengerti keadaan saya. Direktur juga siap memastikan pemindahan kotak ini ke Indonesia berhasil.

Penawaran bisnis ini 100% bebas resiko

CEPAT email saya di tities.ayu@hotmail.com

Allah tahu gusarnya saya.

Wa alaikum assalam wa rahmatu Allah wa barakatuh

Tities Masayu

Bego bego bego!!

Benang kusut antara batavia dan borneo

Benang kusut antara batavia dan borneo

Dulu, kita hanya teman [biasa]. Kau tidak [begitu] istimewa dibanding teman yang lain. Setelah bertahun terpisah entah angin apa yang membawamu padaku, dan merubahmu menjadi [terlihat] istimewa dibandingkan yang lain. Hampir empat tahun sudah antara kau dan aku terajut benang-benang kusut. Banyak jalinan rumit di dalamnya. Tapi  kerumitan itu [menjadi] terasa indah. Sekarang, kita harus berterimakasih [juga] pada teknologi. Dia yang menjadi saksi  jalinan benang kusut  antara aku dan kau, antara batavia dan borneo :-(

pagiku di 05 februari 2011

pagiku di 05 februari 2011

Suara si kentung membangunkanku.. Ya dia si bocah gendut berumur 4 tahun, dia anak ke dua “aunty”. Kulirik jam di hape abal-abalku masih jam 5 pagi  Ugghhh.. Dia punya kebiasaan yg sangat mengganggu. Bangun jam 4 subuh, mengobrak-abrik isi kulkas setelah itu tidur lagi. Dan jam 5 bangun lagi untuk pup. Setelah pup biasanya dia akan menyalakan tv dan menonton acara favoritnya: “Dora the explorer”. Jadi aku terbangun oleh suara si kentung yg sedang kebelet puppy. “Ata.. banguuunn…” suara serak bertenaganya mengguncang bantalku. Dia takut pup sendirian karena lampunya dimatiin kalo malam. Dengan kata lain pagi ini kuawali dengan menemani si kentung pup.

Setelah bantuin si “aunty” mandiin dan bajuin anak-anaknya yg badung aku langsung mandi sarapan dan dandan. Melihat wajahku di cermin sudah telihat cantik dan pakaianku cukup rapi rasanya pagi ini cukup baik bagiku :D Dengan langkah riang disertai nyanyian kecil (?) dalam hati akupun siap-siap ambil tas kerjaku dan pamitan pada “aunty”. Salamku  dijawab “aunty” dengan kalimat ajakan penuh nafsu: “Ra, besok pulang gereja kita nge-cat rambut yuk, ke Johny yang di Rawamangun..” matanya berbinar saat mengucapkan kalimat itu. Dengan kalemnya aku menjawab: “Ok, tapi besok bayarin ya”. Matanya yang tadinya berbinar berganti menjadi berapi-api dan langsung menjawabku dengan sadis: “enak aja lu!” percakapan yang cukup berat itu memberangkatkanku.

“Berangkat neng??” sapa embahnya si Key –tetanggaku-, “iya kek” jawabku dengan santun. Melewati gang sempit di pemukiman ini cukup terasa lama bagiku karena semua orang yang kulewati pasti menyapa dengan ramah. Ini salah satu hal yang membuat aku senang tinggal di pemukiman ini. Ada mpok Lela yang selalu menyapaku dengan senyuman cabenya (tiap pagi aku selalu melihat di giginya ada cabe yang nyangkut), ada bang Mul yang selalu bilang “berangkat neng?”. Ada lagi bang gendut yang mengantarku dengan senyumannya (mungkin dalam hati dia bilang: mampir donk, isi pulsa..). Ada ibu pemilik warung yang lagi mandiin anaknya di depan warungnya sambil berkata: “mandi yang bersih nak, biar wangi, tuh tantenya sudah wangi. Biar sama..” katanya begitu sambil melirikku mohon dukungan. Ada juga para tukang ojek di ujung jalan yang dengan senyum nakalnya menawarkan sepeda motornya untuk kududuki. Ada juga pak siskamling yang selalu setia nyetopin angkot untukku. Sumpah aku ga tau nama beliau sampai detik ini, padahal hampir 6 bulan lamanya dia setia memanggilkan angkot untukku.

Naik Metromini adalah saat terberat dalam perjalananku menuju kantor. Jarang ada bangku kosong yang tersedia, pojok kiri di pintu belakang adalah tongkrongan langgananku. Berdiri diantara ketiak-ketiak basah dan berambut sudah biasa. Menghadap punggung-punggung kokoh dan besar sudah biasa. Menghirup udara beraneka macam aroma (jengkol, petai, ikan, durian, rokok, bangkai) sudah biasa. Kena muncratan ludah basi dari rekan sesama penumpang sudah biasa. Yang tidak biasa adalah duduk di pangkuan  abang supir hehe..

Tiba di kantor, nyalain kompi. Aktifin skype dan YM!. Buka email dan buka pesbuk..

hijrahku part II

hijrahku part II

Bagaimana aku ga suka tinggal di kota Jakarta, semuanya ga bersahabat  dari  awal aku ada di kota ini. Dulu aku sering bilang sama siapapun yang menyarankanku mencari pekerjaan di Jakarta bahwa “Jakarta is not my favorite city”. Dulu yang ada di kepalaku saat orang nyebutin nama “Jakarta” adalah got  yg  penuh sampah dan rumah-rumah kumuh. Dan benar itu memang selalu kutemui saat ini.

Mau flashback kisah kedatanganku ke “unfavorite city”….

…Lima bulan setelah mendapatkan gelar sarjanaku, aku belum juga bekerja. Lamaran sudah terkirim ke lebih dari 100 perusahaan, liwat pos, ke pos satpam (bukan berarti aku ngelamar jadi satpam tentunya), dan ke job fair. Tapi hasilnya NOL besar. Interview dan psikotest hampir setiap hari, coba hitung dalam 5 bulan berarti (5x4minggu)=20 minggu. Dalam satu minggu aku menjalani 3 test (20×3)=60. Yang berarti bahwa selama 5 bulan menganggur aku  sudah menjalani 60 test. Dan dari test itu tidak satupun yang berhasil, walaupun materi atau pertanyaan  dalam test selalu (hampir) sama. Mungkin emang  sudah suratan tangan.

Emak dari kampung udah ngomel.. “huhhh, apa guna ijasahmu itu kalau ga bisa diterima kerja sampe 5 bulan?? Si Anu yang lulusan esempe aja udah bisa ngirim duit ke emak bapaknya tiap bulan”. Sodara dan handaitaulan udah mulai kasak-kusuk, padahal  mereka sama sekali tidak dirugikan oleh kondisi ke-pengangguran ku :-/

Akhirnya setelah merenung, memikirkan dan mencerna segala yang terjadi akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan di  Jakarta. Rencana keberangkatan sudah kususun dengan baik. Rencana  A di  Jakarta aku akan menumpang di rumah saudarinya bapak untuk sementara sampai aku mendapatkan perkerjaan dan memiliki sallary yang cukup untuk ngontrak sendiri, dan aku punya rencana B yaitu jika dalam 2 bulan aku belum diterima kerja aku ingin pergi ke Papua. Entah apa yang ada di otakku saat memikirkan rencana B ini.

Rencana A sangat berat rasanya. Aku bisa menebak apa yg akan terjadi kalau aku tinggal di rumah itu. She was not a good aunty for me. Aku ga pernah akur dengan nyonya yang satu itu. Rambutnya pasti masih kriting seperti yg dulu. Ufffftttt benar! Dia masih kriting. Dan rencana B juga hanya sebatas rencana karena aku ga berani ngambil resiko untuk terbang ke sana.

Aku berangkat tanggal 2 Juni 2010 jam 11.00. Dianterin my beloved friend. Setelah berpelukan dan sedikit berbagi air mata dengan mereka aku pun berangkat. Aku masuk untuk check in. Tas yg kubawa lumayan berat. (Mungkin) karena melihatku kesusahan mengangkat tas beratku itu, seorang portir bandara datang dan membantuku mengangkat tas. Saat hendak masuk  ke ruang tunggu siportir memanggilku. “mbak bayar donk.  Kan tasnya sudah saya angkat.” Okey, kurogoh sakuku dan satu lembar uang lima ribuan pun berpindah ke tangannya. Dan apa yg terjadi? Dengan sadisnya dia melemparkan uang itu ke muka ku. Damn! Dia bilang, “Kau pikir aku apa? Makan tuh uang, aku ga butuh uangmu!!!” Hello???? Yang tadi minta  bayaran siapa??

Seminggu setelah tiba di jakarta dan tinggal di rumah my “unfavorite” aunty, aku kena penyakit mata yg memang lagi mewabah di lingkungan itu, aku menyebut penyakit itu dengan nama KUTUKANMATAMERAH. Semua orang pake kacamata hitam. Banyangkan! Kemana-mana harus pake kacamata hitam, bawa tissue (siapa tau ada sesuatu di mata), dan setiap pagi harus dengan susah payah membuka mata karena ada sesuatu yg membuat mata itu tertutup lengket dan mengering. Yaiksssss. Dan seminggu setelah sembuh dari KUTUKANMATAMERAH, aku terjangkit penyakit BATUKKAMPRET. Sakitnya batuk panjang kering dan gatal membuat suaraku jadi serak tak berdaya.

to be continued.. :-D

Belajar lagi

Belajar lagi

Waktu ku baru lahir, naluri manusiawiku membawaku belajar menjadi mahluk manusia. Makan, minum, bergerak, merespon sekitarku dan seterusnya. Memasuki usia balita aku belajar berjalan berbicara dan banyak lagi. Melewati usia balita aku belajar di tempat yang namanya SD. Di sana aku belajar banyak. Membaca menulis berhitung dan lain-lain.

Kemudian saat masuk SMP aku belajar lagi. Belajar menjadi remaja. Di sana indraku yang kesekian mulai aktif. Maksudku indra perasa yang kedua yaitu hati atau pikiran atau apalah. Saat itu naksir-naksiran pernah ku alami :D

Lanjut ke masa SMA aku belajar lagi. Belajar menjadi perempuan. Pelajaran bagaimana menjadi perempuan  kudapat dari mama. Saat itu ada masalah dalam keluargaku yang mengajariku bagaimana menjadi seorang perempuan dalam keluarga patrilineal, bagaimana menjadi perempuan dalam kesedihan dan bagaimana menjadi perempuan yang kuat. Aku ingat dengan sangat pelajaran pada masa itu.

Selanjutnya masa-masa kuliah. Hahh di saat itu aku banyak belajar tentang banyak hal. Di waktu itu aku belajar mandiri. Tanpa orang tua. Ya tanpa orang tua karena aku tinggal terpisah dari mereka. Awalnya aku pulang ke rumah orang tuaku sekali dalam seminggu, kemudian sekali dalam sebulan hingga sekali dalam satu semester. Belajar mengenal manusia dari berbagai latar belakang (pengalaman, pengetahuan, ilmu, suku, agama, dll.)

Dan sekarang, saat ini, waktu ini. AKU SEDANG BELAJAR BERSABAR. Belajar bersikap profesional (di tengah pekerjaan yang memaksaku untuk mendahulukan keprofesionalan dibanding kemoralan-halahhhhhh!-) Aku juga belajar sabar dalam menghadapi keluarga sendiri (keluarga yang kuanggap tidak menganggap aku keluarganya). Setelah ini aku harus belajar apa lagi?